Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Lagu • 11 bulan lalu
Album Artwork
Korban Tradisi
Indorock, Pop
1992 • 3:59 • Track 11/13
Slank
  • Tentang
  • Lirik
  • Review
  • Tracklist
  • Komentar
Makna Lagu
Makna lagu ini menggambarkan perjuangan dan penderitaan perempuan yang terperangkap dalam tradisi kuno yang memprioritaskan kekuasaan dan kehormatan lewat mahkota atau simbol sosial, sementara esensi sejati yang dibutuhkan adalah cinta, kasih sayang, dan kesetiaan, bukan tradisi yang mengekang.
Makna Lirik
Seorang gadis
Meratap menangis
Perawannya hilang
Seorang jejaka
Teriak histeris
Kekasihnya tak bermahkota

Makna lirik lagu ini menggambarkan penderitaan dan kesedihan seorang gadis yang kehilangan... tampilkan semua

Mereka terbawa
Sebuah tradisi
Mereka frustrasi

Makna lirik lagu ini mencerminkan kondisi generasi atau individu yang terjerat dalam kebia... tampilkan semua

Mereka termakan
Jepitan tradisi
Mereka frustasi

Makna lirik lagu ini menggambarkan kondisi di mana individu atau masyarakat terjebak oleh ... tampilkan semua

Kami bukannya penganut faham
Kebebasan
Sex
Bukan kebebasan
Kami bukannya penganut faham
Kebebasan
Sex
Bukan kebebasan

Makna lirik lagu ini menggambarkan sikap kritis terhadap stigma atau penilaian masyarakat ... tampilkan semua

Tapi apalah artinya setetes darah
Apalah arti sebuah mahkota
Apalah artinya setetes darah
Apalah arti sebuah mahkota

Makna lirik lagu ini adalah penekanan bahwa nilai sejati seseorang tidak dapat diukur dari... tampilkan semua

Bukan itu semua
Yang kita butuhkan
Lebih mulia
Ialah cinta, cinta, cinta
Cinta, cinta, cinta
Kasih sayang
Kesetiaan

Makna lirik lagu ini menggambarkan bahwa nilai-nilai sejati dalam kehidupan tidak terbatas... tampilkan semua

Korban tradisi
Mereka frustasi
Korban tradisi
Lari rusak diri
Korban tradisi
Jadi obral diri
Korban tradisi
Bahkan sampai bunuh diri

Makna lirik lagu ini menggambarkan betapa masyarakat atau individu terjebak dalam tradisi ... tampilkan semua

Review Lagu

Lagu 'Korban Tradisi' karya Slank merupakan sebuah karya musik yang sarat dengan pesan sosial dan kritik terhadap budaya dan tradisi yang sempit. Melalui liriknya, band kawakan asal Indonesia ini mengajak pendengar untuk merenung tentang dampak negatif dari tradisi yang mengorbankan manusia dan menjauhkan mereka dari hak asasi dan nilai-nilai kemanusiaan.

Makna dan Tema Utama dalam Lirik

Dalam lagu ini, kita dapat menemukan gambaran tentang individu yang menjadi korban dari tradisi yang kerap dipandang remeh dan berlebihan. Pada bagian awal, lirik menggambarkan seorang gadis dan seorang jejaka yang meratap dan hilang harapan karena tradisi telah mencuri sesuatu yang berharga dari mereka, yaitu masa muda, perawan, dan cinta sejati. Kata-kata seperti 'Perawannya hilang' dan 'Kekasihnya tak bermahkota' menunjukkan bahwa tradisi telah menempatkan mereka dalam posisi yang merendahkan dan menyakitkan.

Kritikan Terhadap Tradisi yang Menjebak dan Mengorbankan

  • Korban Tradisi sebagai Frustrasi dan Kehancuran: Lirik berulang menyatakan bahwa mereka terbawa dan frustrasi, bahkan sampai mengalami kerusakan diri dan bunuh diri. Frasa 'Lari rusak diri' dan 'Jadi obral diri' mengindikasikan bahwa tradisi tidak hanya membelenggu fisik, tetapi juga mental dan emosional, menyeret mereka ke jurang penderitaan.
  • Ketegasan terhadap Paham Kebebasan: Ada penolakan terhadap gagasan bahwa mereka menganut faham kebebasan, khususnya dalam aspek seks dan hak asasi. Dengan penegasan 'Kami bukannya penganut faham kebebasan, Sex', lagu ini memperlihatkan bahwa mereka meninjau kebebasan sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar aspek seksual, melainkan mengenai hak untuk mencintai dan dihormati.

Penekanan pada Nilai-nilai Kemuliaan dan Cinta

Pada bagian refrein, lagu ini menegaskan bahwa tindakan tradisi tidak memiliki arti penting dibandingkan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang lebih abadi dan bermakna. Kata-kata seperti 'Apalah arti sebuah mahkota' dan 'Apalah setetes darah' menggambarkan bahwa atribut-atribut seperti gelar atau kekuasaan tidak sebanding dengan nilai cinta, kasih sayang, dan kesetiaan. Lagu ini menegaskan bahwa apa yang benar-benar diperlukan adalah cinta dan manusiawi, bukan kekuasaan atau tradisi yang menyakitkan.

Pesan Moral dan Reflection

Melalui liriknya, Slank menyampaikan pesan bahwa tradisi yang mengekang dan merugikan harus diubah dan ditinggalkan. Modernisasi dan pemikiran terbuka diperlukan agar manusia tidak terjebak dalam siklus kekerasan, penghinaan, dan kehilangan jati diri. Lagu ini mengajak kita untuk lebih menghargai hak asasi, cinta, dan kebenaran dalam kehidupan.

Kesimpulan

Seca ra keseluruhan, 'Korban Tradisi' adalah sebuah karya yang berani mengkritik budaya yang mengorbankan manusia demi mempertahankan tradisi yang tak lagi relevan. Lewat liriknya yang penuh makna, lagu ini mengandung harapan akan dunia yang lebih manusiawi, di mana nilai cinta, kasih sayang, dan kesetiaan menjadi pondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat. Lagu ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebuah seruan moral yang penting untuk kita renungkan dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Tracklist Album

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto