
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Angkasa tanpa pesan
Merengkuh semakin dalam
Berselimut debu waktu
Ku menanti cemas
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kerinduan dan ketidakpastian yang mendalam, di... tampilkan semua
Kau datang dengan sederhana (sederhana)
Satu bintang di langit kelam
Sinarmu rimba pesona
Dan kutahu
T′lah tersesat
Makna lirik lagu ini menggambarkan kehadiran seseorang yang sederhana namun memiliki daya ... tampilkan semua
Ku kejar kau takkan bertepi (ku kejar kau takkan bertepi)
Menggapaimu takkan bersambut (menggapaimu tak bersambut)
Sendiri membendung rasa ini
Sementara kau membeku
Makna lirik lagu ini menggambarkan kesedihan dan kerinduan yang mendalam seorang individu ... tampilkan semua
Khayalku terbuai jauh
Pelita kecilmu mengalir pelan
Dan aku terbenam
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan melankolis dan kerinduan yang dalam terhadap s... tampilkan semua
Redup kilaumu tak mengarah
Jadilah diriku Selatan
Namun tak kau sadari
Hingga kini dan nanti
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kehilangan dan ketidakpahaman yang dialami ses... tampilkan semua
Ku kejar kau takkan bertepi
Menggapaimu takkan bersambut
Sendiri membendung rasa ini
Sementara kamu membeku
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kerinduan dan ketidakberdayaan seseorang yang ... tampilkan semua
Angkasa tanpa pesan
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kehilangan dan kerinduan yang mendalam, diibar... tampilkan semua
Maudy Ayunda, seorang penyanyi dan penulis lagu ternama di Indonesia, kembali memikat pendengar dengan lagu yang berjudul 'Satu Bintang Di Langit Kelam'. Melalui lirik yang puitis dan mendalam, lagu ini menyentuh tema kerinduan, pencarian, dan keinginan yang tak terbalas. Dalam artikel ini, kita akan mengupas makna dan pesan yang terkandung dalam lirik tersebut.
Pembukaan dengan Nuansa Melankolis
Diawali dengan kalimat 'Angkasa tanpa pesan', Maudy menggambarkan suasana yang hampa dan penuh kesunyian. Ini memberikan kesan bahwa dalam keheningan tersebut, ada rasa cemas yang menghantui, sebagaimana dilanjutkan dalam bait 'Ku menanti cemas'. Penggambaran waktu yang berselimut debu menunjukkan betapa lamanya penantian tersebut, seolah waktu berjalan dengan lambat saat kita menunggu seseorang yang penting bagi kita.
Kedatangan yang Sederhana namun Bermakna
Ketika seseorang yang dinanti akhirnya datang, diungkapkan dengan kalimat 'Kau datang dengan sederhana'. Kesederhanaan ini mengisyaratkan bahwa terkadang kehadiran yang tidak megah pun bisa membawa arti yang dalam. Dalam konteks ini, sosok tersebut menjadi 'Satu bintang di langit kelam', simbol harapan dan keindahan yang bersinar dalam kegelapan.
Pencarian yang Tak Berujung
- Keberanian untuk Mencari: Lirik 'Ku kejar kau takkan bertepi' mencerminkan semangat untuk terus mencari, meskipun tiada batasan yang jelas.
- Ketidakpastian: Frasa 'Menggapaimu takkan bersambut' menunjukkan adanya ketidakpastian dalam hubungan tersebut, seolah usaha untuk mendekati bintang tersebut sia-sia.
Melalui penggunaan metafora seperti 'Sendiri membendung rasa ini', Maudy menyampaikan rasa kesepian dan beban emosional yang dirasakan saat harapan terasa tak terbalas. Keberadaan bintang yang membeku memperlihatkan bahwa mungkin yang dicari sangat sulit untuk dijangkau, menambah rasa frustrasi dalam penantian tersebut.
Khayalan dan Keberadaan
Lirik yang menyebutkan 'Khayalku terbuai jauh' dan 'Pelita kecilmu mengalir pelan' menciptakan gambaran tentang impian dan harapan yang berkilau namun sulit untuk digapai. Meskipun demikian, kehadiran bintang kecil tersebut memberikan cahaya meski hanya sedikit, seolah menggambarkan harapan yang masih ada di tengah kegelapan.
Kesimpulan: Sebuah Perjalanan Emosi
'Satu Bintang Di Langit Kelam' bukan hanya sekadar lagu tentang cinta atau kerinduan; melainkan juga sebuah perjalanan emosi yang kompleks. Melalui liriknya, Maudy Ayunda berhasil menyampaikan betapa pentingnya harapan dan pencarian makna dalam hidup. Sekaligus, lagu ini mengingatkan kita bahwa meskipun dalam kegelapan, selalu ada bintang yang bersinar memberi harapan.













































