
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Ledakan amarah di mana-mana
Di dunia nyata dan juga maya
Membenci demi sesuatu yang suci
Menghina yang semestinya dibina
Lirik ini menggambarkan fenomena kemarahan yang tersebar baik di dunia nyata maupun maya. ... tampilkan semua
Anak kecil meniru-niru kita
Dengan bangga meluncurkan senjata
Mereka bertanya, "Di mana Bapak?"
Mati demi membela entah apa
Kita manusia, darah kita merah
Sesungguhnya tak banyak berbeda
Lirik ini mengisahkan betapa anak-anak meniru perilaku destruktif yang dipertontonkan oleh... tampilkan semua
Semestinya merangkul, bukan saling memukul
Semestinya memeluk, bukan saling menusuk
Warna kulit berbeda, keyakinan berbeda
Memang kenapa?
Kita saudara
Pesan utama lirik ini adalah tentang pentingnya harmoni dan persatuan manusia. Kita diinga... tampilkan semua
Sementara remaja kejar gengsi
sibuk ber-selfie demi eksistensi
Kepedulian hanyalah sedangkal
Hm, like dan komen di media sosial
Lirik ini mengkritik gaya hidup remaja yang terjebak dalam pencitraan diri demi penerimaan... tampilkan semua
Buku didiamkan, alam ditinggalkan
Kebohongan disebarluaskan
Haruskah separah apa luka dan air mata?
Agar kau lihat ada yang salah dengan kita
Bait ini menyoroti bagaimana nilai-nilai pendidikan dan alam diabaikan demi menyebarkan ke... tampilkan semua
Lagu "Salahkah Mengalah" karya Fiersa Besari menyajikan sebuah narasi yang tajam dan reflektif tentang kondisi sosial yang tengah terjadi di masyarakat kita. Dengan lirik yang penuh makna, Fiersa membawa pendengar untuk merenungkan berbagai isu penting yang melanda, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Berikut adalah analisis mendalam tentang tema dan pesan yang terkandung dalam lagu ini.
Konflik dan Amarah di Masyarakat
Pembukaan lagu ini langsung menghantam pendengar dengan gambaran "ledakan amarah di mana-mana". Kekecewaan terhadap kondisi sosial yang sering kali melahirkan konflik menjadi fokus utama lirik ini. Frasa "Membenci demi sesuatu yang suci" menunjukkan ironi di mana seringkali orang berjuang demi prinsip-pinsip yang dianggap benar, namun dalam prosesnya mengabaikan kemanusiaan dan empati terhadap sesama.
Pengaruh Negatif Terhadap Generasi Muda
Fiersa Besari juga menyoroti pentingnya teladan bagi generasi muda melalui bagian yang menyebutkan "Anak kecil meniru-niru kita". Hal ini mengisyaratkan tanggung jawab orang dewasa untuk memberikan contoh yang baik. Dalam konteks ini, ketidakharmonisan sosial dapat berimbas pada cara pandang dan perilaku anak-anak, yang berpotensi terjebak dalam arus negatif, bahkan memunculkan kekerasan.
- Dampak Negatif: Anak-anak dapat meniru perilaku kekerasan yang ditunjukkan oleh orang dewasa.
- Pertanyaan akan Kehadiran: "Di mana Bapak?" menekankan hilangnya sosok yang seharusnya melindungi dan membimbing.
Kemanusiaan dan Persatuan
Dalam bait ini, lirik "Kita manusia, darah kita merah" menegaskan bahwa pada dasarnya kita semua adalah sama, terlepas dari perbedaan yang ada. Konsep persatuan diangkat dengan kalimat "Semestinya merangkul, bukan saling memukul" yang menjadi seruan untuk saling memahami dan menghargai satu sama lain.
Budaya Media Sosial dan Realitas yang Kamuflase
Salah satu bagian yang menarik dalam lagu ini adalah kritik terhadap fenomena media sosial. "Sementara remaja kejar gengsi, sibuk ber-selfie demi eksistensi" menggambarkan bagaimana perhatian masyarakat saat ini sering teralihkan oleh pencitraan sosial yang dangkal. Kepedulian yang seharusnya ada dalam diri manusia tergerus oleh keinginan untuk mendapatkan "like" dan komentar positif di dunia maya.
Krisis Moral dan Tanggung Jawab Sosial
Akhir lagu ini membawa pendengar pada pertanyaan reflektif yang mendalam: "Haruskah separah apa luka dan air mata?" Fiersa berusaha mengajak kita untuk memikirkan sejauh mana kita bisa membiarkan situasi ini berlanjut sebelum kita benar-benar terjaga dan bertindak. Ini adalah panggilan untuk bertanggung jawab atas tindakan dan pilihan kita, baik di dunia nyata maupun maya.
Kesimpulan
Lagu "Salahkah Mengalah" tidak hanya sekadar sebuah lagu, tetapi juga sebuah potret sosial yang menggugah. Fiersa Besari berhasil menyampaikan pesan tentang pentingnya kesadaran, empati, dan tanggung jawab kita sebagai manusia. Dengan lirik yang kuat dan menyentuh, lagu ini mendorong kita untuk merenung dan beraksi dalam menciptakan dunia yang lebih baik.
- 1Cerita Rakyat4:25
- 2Belum Punah3:47
- 3Dirgahayu3:23
- 4Kamu4:38
- 5Bukan Lagu Valentine4:14
- 6Selindung4:31
- 7Terima Kasih Dan Maaf4:03
- 8Daftar Orang Hilang3:14
- 9Obsesi3:14
- 10Salahkah Mengalah4:28
- 11Pemeran Pengganti2:27
- 12Melawan Hati4:36
- 13Lagu Dua Kunci4:04
- 14Cerita Panjang Di Hidup Yang Singkat3:15
- 15Lekas Pulih5:02
- 16Judulnya Adalah Namamu4:53










































