
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Aku gak perlu uang ribuan
Yang aku mau uang merah cepe′an
Aku gak butuh kedudukan
Yang penting masih ada lahan 'tuk makan
Makna lirik lagu ini menunjukkan bahwa pencapaian materi tidaklah menjadi prioritas utama ... tampilkan semua
Asal ada babi, untuk di panggang
Asal banyak ubi, untuk ku makan
Aku cukup senang
Aku cukup senang
Dan akupun tenang
Makna lirik lagu ini menyampaikan gambaran sederhana dan penuh kebahagiaan dalam kehidupan... tampilkan semua
Aku gak ngerti ada banyak tambang
Yang aku tahu banyak hutan yang hilang
Aku gak peduli banyak nada sumbang
Kita orang ini dianggap terbelakang
Makna lirik lagu ini menggambarkan kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan dan ketidakp... tampilkan semua
Asal ada babi, untuk di panggang
Asal banyak ubi, untuk ku makan
Aku cukup senang
Aku cukup senang
Dan akupun tenang
Makna lirik lagu ini menggambarkan kesederhanaan dan kebahagiaan yang berasal dari hal-hal... tampilkan semua
Hei yamko rambe yamko
Aronawa kombe
Hei yamko rambe yamko
Aronawa kombe
Temino Kibe Kubano Ko Bombe Ko
Yumano bungo awe ade
Makna lirik lagu ini menggambarkan semangat kebersamaan dan keberanian suatu komunitas ata... tampilkan semua
Lagu "Lembah Baliem" karya Slank menyuguhkan sebuah narasi yang kaya akan makna, yang tercermin dari lirik-liriknya yang sederhana namun penuh filosofi. Melalui lirik ini, band legendaris Indonesia ini tidak hanya menyampaikan cerita tentang kehidupan masyarakat adat, tetapi juga mengajak pendengar untuk memahami konsep kebahagiaan dan nilai-nilai sehari-hari yang penting dalam kehidupan.
Makna dari Lirik yang Menggambarkan Kesederhanaan dan Kepuasan Batinn
Pada bagian awal, lagu ini menyampaikan bahwa mereka tidak membutuhkan kekayaan materi seperti uang ribuan atau kedudukan yang tinggi. Sebaliknya, hal yang dianggap cukup adalah keberadaan hal-hal yang natural dan tradisional, seperti lahan untuk bertani, babi untuk dipanggang, dan ubi sebagai sumber pangan. Frasa "Aku cukup senang, aku cukup senang, dan akupun tenang" menegaskan bahwa kebahagiaan tidak harus didapatkan dari kekayaan berlebih, melainkan dari kehidupan yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan alam.
Pesan tentang Lingkungan dan Pelestarian Alam
Selanjutnya, lagu menyentuh isu lingkungan dengan mengkritik kerusakan yang proses penambangan telah timbulkan. Lirik "Aku gak ngerti ada banyak tambang, yang aku tahu banyak hutan yang hilang" menunjukkan ketidakpedulian terhadap kerusakan alam yang dilakukan manusia demi mengejar kekayaan material. Pesan ini merupakan kritik sosial yang sangat relevan, mengingat kerusakan lingkungan yang kerap terjadi akibat eksploitasi alam berlebihan.
Perspektif Budaya dan Identitas
Bagian terakhir lagu yang berisi rangkaian kata dalam bahasa daerah menunjukkan identitas budaya yang khas, memperkuat pesan tentang pentingnya menjaga identitas dan tradisi masyarakat adat. Balutan lirik berbahasa daerah ini menjadi simbol kebanggaan dan keberagaman budaya Indonesia yang harus dilestarikan.
Simbol Kebebasan dan Kesejatian
Secara keseluruhan, lagu ini mampu menyampaikan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kesederhanaan dan rasa cukup. Dengan menyoroti kehidupan masyarakat adat di Lembah Baliem, lagu ini mengajak kita untuk lebih menghargai hal-hal kecil yang sebenarnya sangat berarti dalam kehidupan, serta mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan warisan budaya.
Dalam konteks lebih luas, lagu "Lembah Baliem" adalah sebuah refleksi tentang kesadaran akan arti kehidupan yang sebenarnya, di mana kebahagiaan tidak ditentukan oleh materi, melainkan oleh kedekatan dengan alam dan budaya—sebuah pesan yang sangat relevan untuk kita renungkan di era modern ini.











































