
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Segala situasi
Tak mau berhenti
Dalam kerusuhan, di tengah-tengah kerumunan
Dalam masa yang kumuh, bercinta di bawah langit yang runtuh
Lagu ini menggambarkan sebuah gambaran dunia yang kacau dan penuh dengan kerusuhan. Meski ... tampilkan semua
Kabar-kabar belakangan ini
Seakan paksa agar kita tak terjadi
Bersekongkol gagalkan sepasang sejoli
Lirik ini menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh dua orang kekasih yang seolah-olah du... tampilkan semua
Aku tak bisa bernafas di ibu kota
Hingga kau hembusku kala kita berjumpa
Aku tak kuat panasnya khatulistiwa
Kau dinginkan dadaku tiap kita bersama
Dalam lirik ini, penyair menggambarkan sulitnya hidup di ibu kota yang penuh polusi dan hi... tampilkan semua
Sejenak ku bersamamu, berdua berbaring
Di puncak dunia
Langit yang runtuh, bertukar peluh
Surga di antara neraka, tanpa intervensi negara
Lirik ini melukiskan pengalaman sepasang kekasih yang menemukan surga di tengah dunia yang... tampilkan semua
Kamu matikan lampu, kita hentikan waktu
Sementara tak berbusana di bawah langit yang runtuh
Di tengah bangsa yang luruh, oh oh, oh oh
Lagu ini menggambarkan bagaimana dua orang kekasih menciptakan dunia mereka sendiri di baw... tampilkan semua
Cuaca di waktu-waktu lalu
Seakan paksa agar kita tak bertemu
Seakan bumi janji melawan aku dan kamu
Lirik ini menggambarkan bagaimana cuaca dan bumi seolah-olah berkonspirasi untuk memisahka... tampilkan semua
Aku tak bisa bernafas di ibu kota
Hingga kau hembusku kala kita berjumpa
Aku tak kuat panasnya khatulistiwa
Kau dinginkan dadaku tiap kita bersama
(Langit yang runtuh, bertukar peluh)
(Bangsa yang luruh, bertukar peluh)
Pengulangan lirik ini menekankan rasa tertekan akibat kehidupan di ibu kota yang penuh den... tampilkan semua
Lagu "Langitruntuh" yang dipersembahkan oleh .Feast menyajikan nuansa sarat emosional dan kritik sosial yang mendalam. Melalui lirik-liriknya yang puitis, lagu ini menggambarkan berbagai situasi yang kompleks, mulai dari kisah cinta di tengah ketidakpastian hingga refleksi terhadap lingkungan sekitarnya. Dalam ulasan ini, kita akan membahas elemen-elemen utama yang terkandung dalam lagu ini.
Gambaran Situasi dan Kerumunan
Pembuka lagu langsung menyuguhkan "Segala situasi tak mau berhenti," yang menciptakan kesan dinamis dan serba cepat di tengah kehidupan urban. Kata "kerusuhan" dan "kerumunan" mengisyaratkan suatu keadaan yang penuh tekanan, di mana makna cinta harus diperjuangkan. Penekanan pada "masa yang kumuh" mencerminkan kondisi sosial yang bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus melahirkan kontras antara cinta dan dunia yang tidak sempurna.
Konflik dan Paksaan
Dalam liriknya juga terdapat elemen konflik, terlihat dari frasa "kabar-kabar belakangan ini." Ini menggambarkan adanya pihak-pihak yang berusaha menggagalkan hubungan cinta yang terjalin. Dengan istilah "bersekongkol," perasaan terjepit dan tekanan dari luar semakin terasa. Hal ini menciptakan gambaran situasi di mana cinta harus berjuang melawan berbagai rintangan.
Cinta di Tengah Ketidakpastian
Bagian reff lagu "Aku tak bisa bernafas di ibu kota" menciptakan momen introspeksi yang dalam. Menggunakan simbolik "bernafas" untuk mengekspresikan ketidakberdayaan dan kebutuhan akan kehadiran orang yang dicintai, lagu ini menggambarkan perasaan rindu yang meluap. Ungkapan "kau dinginkan dadaku tiap kita bersama" melukiskan bagaimana kehadiran pasangan dapat menjadi pelipur lara dalam menghadapi kerasnya kehidupan.
Keindahan dalam Keterpurukan
Menariknya, ketika cinta sejati hadir, segala ketidakpastian seolah sirna. "Sejenak ku bersamamu, berdua berbaring di puncak dunia" menunjukkan betapa indahnya momen-momen kebersamaan yang menenangkan. Dalam konteks ini, "langit yang runtuh" dan "surga di antara neraka" memberikan gambaran paradoks dalam cinta: di tengah kekecewaan dan tantangan, momen kasih sayang mampu memberikan keindahan yang sangat berarti.
Metafora dan Simbolisme
Lirik-lirik dalam "Langitruntuh" kaya akan simbolisme yang memperkaya makna lagu. Penggunaan "lampu," "waktu," dan "tanpa busana" menggambarkan keintiman dan kejujuran dalam hubungan. Semua elemen ini menyatu dalam suasana yang menggugah emosi, membawa pendengar merasakan pengalaman yang mendalam.
Kritik Sosial
Selain menyampaikan kisah cinta, "Langitruntuh" juga memberikan kritik terhadap kondisi masyarakat. Frasa "cuaca di waktu-waktu lalu" seolah mencerminkan harapan dan impian yang terhalang oleh realitas. Ini menyoroti perjuangan para pemuda di tengah situasi yang tidak bersahabat, mengajak pendengar untuk merenungkan tentang cita-cita dan cinta dalam konteks yang lebih luas.
Kesimpulan
Dari lirik "Langitruntuh," kita dapat memahami bahwa cinta bukan hanya soal kebahagiaan, tetapi juga tentang perjuangan dan pengorbanan. .Feast berhasil merangkai kata-kata menjadi sebuah karya yang menyentuh hati, memperlihatkan betapa cinta dapat bertahan bahkan di tengah bencana yang tampak. Dengan penggambaran yang kuat dan puitis, lagu ini tidak hanya menawarkan melodi yang nikmat, tetapi juga pesan yang mendalam tentang kehidupan dan cinta dalam masyarakat yang kompleks.












































