
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Terdengar lirih bisikanmu
Di antara bayang-bayangmu
Terucap kata cinta
Yang dulu tersimpan
Dan tak mau pergi
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan yang mendalam dan kesan mendayu-dayu dari per... tampilkan semua
Sekejap cinta yang terjalin
Dan menjadi sebuah cerita
Yang tak mungkin terlupa
Terukir di hati
Dan tak mau pergi
Makna lirik lagu ini menggambarkan kedalaman perasaan cinta yang singkat namun sangat berk... tampilkan semua
Mungkinkah kumiliki
Cinta seperti ini lagi
Jangan biarkan aku
Kehilangan dirimu
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan dan harapan seseorang terhadap cinta yang tel... tampilkan semua
Coba dengarkanlah sumpahku
(Janji suci) dari hati
Aku cinta kamu
Jangan dengar kata mereka
Yang tak ingin kita satu
Yakinkan aku milikmu
Aku milikmu
Makna lirik lagu ini mengungkapkan komitmen dan ketulusan cinta seseorang yang bersumpah u... tampilkan semua
Jalinan cinta tulus suci
Terpadu terikat erat
Jangan terpisah lagi
Waktu ′kan menguji
Cinta kita berdua
Makna lirik lagu ini mencerminkan komitmen dan ketulusan dalam sebuah hubungan cinta yang ... tampilkan semua
Coba dengarkanlah sumpahku
(Janji suci) dari hati (dari lubuk hati)
Aku cinta kamu (aku cinta kamu)
Jangan dengar kata mereka
Yang tak ingin kita satu
Yakinkan aku milikmu
Aku milikmu
Makna lirik lagu ini mengekspresikan perasaan cinta yang tulus dan komitmen yang mendalam ... tampilkan semua
Lagu 'Aku Milikmu' yang dinyanyikan oleh Dewa 19 adalah salah satu karya yang paling dikenal dalam dunia musik Indonesia. Dengan melodi yang lembut dan lirik yang penuh perasaan, lagu ini menggambarkan kompleksitas cinta dan komitmen. Dalam artikel ini, kita akan mendalami makna dan pesan yang terkandung dalam lirik lagu tersebut.
Rindu dan Kenangan Cinta
Diawali dengan frase "Terdengar lirih bisikanmu, Di antara bayang-bayangmu," lagu ini segera mengundang pendengar untuk merasakan kerinduan yang dalam. Rasa rindu ini terpapar melalui bait yang menggambarkan suara cinta yang "terucap" dan "tak mau pergi". Ini mencerminkan bahwa meskipun mungkin ada jarak atau kesulitan, perasaan cinta tetap ada dan berusaha untuk dipertahankan.
Cinta yang Abadi
Selanjutnya, lirik menyatakan, "Sekejap cinta yang terjalin dan menjadi sebuah cerita yang tak mungkin terlupa." Ini menunjukkan bahwa setiap hubungan memiliki cerita unik yang tersimpan dalam hati, yang tidak akan pernah pudar oleh waktu. Cinta yang abadi ini terukir di hati, menjadi bagian penting dari identitas seseorang.
Janji dan Komitmen
- Cinta Sejati: "Coba dengarkanlah sumpahku (Janji suci) dari hati. Aku cinta kamu."
- Perlunya Pengertian: "Jangan dengar kata mereka yang tak ingin kita satu."
Lirik-lirik ini menunjukkan pentingnya komitmen dalam sebuah hubungan. Sumpah dan janji suci diungkapkan dengan tulus, menciptakan rasa saling percaya antara pasangan. Diskusi tentang "kata mereka" mencerminkan tantangan eksternal yang sering dihadapi pasangan, di mana pendapat orang lain bisa memengaruhi hubungan. Dalam konteks ini, lagu ini merangkai pesan bahwa kekuatan cinta sejati harus melampaui pendapat dan keraguan orang di sekitar.
Kesatuan dalam Cinta
Konsistensi dalam lirik "Yakinkan aku milikmu, Aku milikmu" memberikan penekanan pada keinginan untuk bersatu dan bertahan dalam cinta yang tulus. Ini menunjukkan bahwa setiap individu menginginkan jaminan bahwa mereka memiliki satu sama lain di dunia yang penuh dengan ketidakpastian. Jalinan cinta tulus suci yang digambarkan di sini adalah visi ideal sebuah hubungan, di mana kedua belah pihak saling mendukung dan menguatkan.
Penutup
Lagu "Aku Milikmu" adalah lebih dari sekadar ungkapan cinta; ini adalah sebuah pernyataan komitmen dan harapan. Setiap baitnya menggambarkan kerinduan, kekuatan janji, dan keyakinan dalam menghadapi cobaan. Dengan melodi yang menyentuh, Dewa 19 berhasil mengemas perasaan yang dalam menjadi sebuah karya seni yang tidak hanya dapat didengarkan, tetapi juga dirasakan di dalam hati. Lagu ini mengingatkan kita bahwa cinta yang sejati dan tulus selamanya layak untuk diperjuangkan.













































