
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Oh, masih ada
Belenggu ruang cinta
Meresap kini di dinding zaman
Mencoba-coba kikis naluri
Agitasi murahan yang ada lagi
Mohon acuhkan, palingkan muka
Uh!
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan terjebak dalam hubungan cinta yang tidak sehat... tampilkan semua
Oh, memang dunia
Buramkan satu logika
Seolah-olah hidup kita ini
Hanya ternilai sebatas rupiah
Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya itu bukan dogma
Uh!
Makna lirik lagu ini menggambarkan kegelisahan terhadap kondisi masyarakat yang terperangk... tampilkan semua
Katakan pada mama
Cinta bukan hanya harta dan tahta
Pastikan pada semua
Hanya cinta yang sejukkan dunia
(Bukan itu mama, bukan itu papa)
(Bukan itu mama, bukan itu papa)
Makna lirik lagu ini mengisyaratkan bahwa cinta sejati tidak bisa diukur dengan kekayaan a... tampilkan semua
Oh, cukup Siti Nurbaya yang mengalami
Pahitnya dunia
Hidupku, kamu, dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh
Makna lirik lagu ini menggambarkan pengalaman hidup yang penuh dengan tantangan dan pahitn... tampilkan semua
Dengarkan manusia yang terasah oleh falsafah
Sesaat katanya itu bukan dogma
Makna lirik lagu ini mengajak pendengar untuk mendengarkan suara dan pemikiran orang-orang... tampilkan semua
Katakan pada mama
Cinta bukan hanya harta dan tahta
Pastikan pada semua
Hanya cinta yang sejukkan dunia
Makna lirik lagu ini menekankan bahwa cinta sejati tidak dapat diukur dengan materi sepert... tampilkan semua
Katakan (katakan)
Pada mama (pada mama papa)
Cinta bukan hanya harta dan tahta (bukan harta dan tahta)
Pastikan (pastikan)
Pada semua (pada semua)
Hanya cinta yang sejukkan dunia
Makna lirik lagu ini menekankan pentingnya cinta sebagai nilai utama dalam kehidupan, yang... tampilkan semua
Katakan ('kan) pada mama
Cinta bukan hanya harta dan tahta (bukan harta tahta)
Pastikan pada semua (hanya cinta sejukkan)
Hanya cinta yang sejukkan dunia (cinta sejukkan dunia)
Makna lirik lagu ini menekankan pentingnya cinta sebagai nilai yang lebih utama daripada m... tampilkan semua
Bukan itu mama, bukan itu papa (bukan, bukan)
Bukan itu mama (bukan, bukan)
Bukan itu papa (bukan, bukan)
Bukan itu mama (bukan, bukan)
Bukan itu papa (bukan, bukan)
Bukan itu mama (bukan, bukan)
Bukan itu papa (bukan, bukan)
Bukan itu mama (bukan, bukan)
Makna lirik lagu ini mengisyaratkan penolakan atau ketidaksetujuan terhadap sesuatu yang d... tampilkan semua
Lagu "Cukup Siti Nurbaya" karya Dewa 19 merupakan sebuah karya musik yang kaya akan makna dan pesan mendalam. Dalam liriknya, lagu ini mengisahkan berbagai aspek kehidupan, terutama mengenai cinta, kebendaan, dan realitas sosial. Berikut adalah ulasan mengenai tema dan makna yang terkandung dalam lirik lagu tersebut.
Cinta dan Materi
Diawali dengan penggambaran tentang "belenggu ruang cinta", lirik ini mencerminkan konflik antara cinta yang sejati dan nilai-nilai materialisme yang ada di masyarakat. Terdapat sebuah pernyataan bahwa kehidupan seringkali dinilai dari seberapa banyak harta yang dimiliki, terlihat dalam bait yang menyebutkan: "Seolah-olah hidup kita ini hanya ternilai sebatas rupiah." Pesan ini mengajak pendengar untuk merenungkan bagaimana cinta sering kali disandingkan dengan kekayaan dan status sosial, yang menciptakan tekanan bagi individu untuk memilih antara cinta dan kebutuhan material.
Kritik Terhadap Realitas Sosial
Selanjutnya, lirik mencerminkan pandangan kritis terhadap bagaimana dunia memperlakukan cinta. Pengulangan frasa "Katakan pada mama, cinta bukan hanya harta dan tahta" menekankan pentingnya untuk menyadari bahwa cinta yang sebenarnya seharusnya tidak dipandang hanya dari sisi materi. Dengan menggunakan suara orang tua sebagai simbol, lagu ini menggambarkan generasi yang ingin menyampaikan kepada orang tua mereka bahwa nilai cinta lebih dalam dari sekadar kekayaan dan gelar.
Refleksi Pribadi dan Sosial
Lagu ini juga merefleksikan pengalaman pahit dari Siti Nurbaya, karakter dari novel terkenal karya Marah Roesli. Penyebutan "cukup Siti Nurbaya yang mengalami pahitnya dunia" menunjukkan bahwa setiap generasi memiliki tantangannya sendiri dalam hal cinta dan kehidupan. Dalam konteks ini, Dewa 19 mengajak pendengar untuk memahami bahwa meskipun banyak yang mengalami penderitaan akibat tuntutan sosial, setiap individu berhak mengambil jalannya sendiri dalam hidup.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, "Cukup Siti Nurbaya" oleh Dewa 19 bukan hanya sekadar lagu cinta, tetapi juga sebuah kritik sosial yang memerlihara nilai-nilai kemanusiaan. Pesan penting dalam lagu ini adalah cinta yang sejati mampu menyejukkan dunia, mengatasi segala bentuk materialisme yang ada. Liriknya membawa pendengar untuk berpikir lebih dalam tentang apa yang sebenarnya berarti dalam hidup, mendorong mereka untuk menghargai cinta yang tulus di atas segalanya.












































