Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Album • 1 tahun lalu
Album Artwork
Lonerism
Tame Impala
Australian Psych, Modern Rock, Neo-psychedelic, Rock
12 Lagu • 2012
Tentang
Album "Lonerism" karya Tame Impala, yang dirilis pada 1 Januari 2012 di bawah label Modular, menyuguhkan kombinasi genre Australian psych dan neo-psychedelic. Dengan lirik yang eksploratif, album ini menggambarkan perjuangan emosional, ketidakpastian dalam hubungan, dan pencarian makna diri di tengah kesepian dan harapan yang kompleks.
Tracklist
© 2012 Modular
Review Album

Pengenalan

Dalam dunia musik modern, Tame Impala muncul sebagai pionir dengan inovasi yang menyatukan elemen psychedelic rock dengan nuansa kontemporer. Album kedua mereka berjudul 'Lonerism', dirilis pada tanggal 1 Januari 2012 di bawah label Modular, berhasil menangkap inti dari pengalaman emosional yang kompleks melalui kombinasi genre seperti australian psych, modern rock, neo-psychedelic, dan rock.

Refleksi Emosional Melalui Tracklist

Album 'Lonerism' terdiri dari 12 lagu yang masing-masing mengisahkan perjalanan individu melalui berbagai tantangan emosional dan refleksi. Berikut adalah ulasan singkat tentang setiap lagu dalam album ini:

  • 1. Be Above It: Lagu ini menggambarkan perjuangan individu dalam menghadapi tekanan dan pengaruh negatif dari lingkungan sekitar, menegaskan pentingnya ketahanan mental.
  • 2. Endors Toi: Menggambarkan perasaan terjebak antara realitas dan dunia khayalan, dengan harapan akan kehidupan yang lebih baik di hari yang baru.
  • 3. Apocalypse Dreams: Menyampaikan perjalanan emosional seseorang antara ketakutan dan harapan, merindukan perubahan dan pencapaian impian.
  • 4. Mind Mischief: Menggambarkan kebingungan dalam hubungan percintaan, di mana harapan untuk kepastian terbentur oleh keraguan dan kehilangan arah.
  • 5. Music To Walk Home By: Menceritakan tentang keraguan dalam cinta sepihak, sementara masih menginginkan pengakuan dari orang yang dicintai.
  • 6. Why Won't They Talk To Me?: Menggambarkan kesepian dan ketidakberdayaan terasing dari lingkungan sosial, meski berusaha tampak baik-baik saja.
  • 7. Feels Like We Only Go Backwards: Mencerminkan frustrasi dalam suatu hubungan, di mana tingginya harapan justru membawa pada kekecewaan.
  • 8. Keep On Lying: Menggambarkan perjuangan dalam kebohongan dan ketidakjujuran, menciptakan ketidakpastian emosional.
  • 9. Elephant: Menyampaikan paradoks antara kekuatan luar dan kerentanan emosional yang bersembunyi di dalam.
  • 10. She Just Won't Believe Me: Mengekspresikan frustrasi dalam mencoba meyakinkan pasangan tentang ketulusan, dihadapkan pada ketidakpercayaan.
  • 11. Nothing That Has Happened So Far Has Been Anything We Could Control: Menggambarkan perjalanan emosional dalam situasi tak terduga yang menghambat ekspresi perasaan nyata.
  • 12. Sun's Coming Up: Menggambarkan kerinduan mendalam terhadap seseorang yang berharga, serta refleksi tentang waktu dan harapan untuk mendapatkan jawaban.

Kesimpulan

Denga n album 'Lonerism', Tame Impala sukses menciptakan sebuah karya seni yang mendalami perasaan mendalam dan kerentanan manusia melalui lensa psychedelic. Setiap lagu tidak hanya menawarkan melodi menawan, tetapi juga pesan yang penuh makna, yang membuat pend听 menghadapi realitas dan harapan dalam hidup. Ini adalah album yang tidak hanya bernilai musik, tetapi juga mengundang pendengar untuk merenungkan keadaan emosional mereka sendiri.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto