
- Fakta
- Biografi
- Penjelasan
- Komentar
- Lahir dengan nama Sophia Kosow di The Bronx, New York, tahun 1910 dari orang tua keturunan Rusia dan Rumania.
- Memulai karir panggung dan film sejak usia 15 tahun, mendapatkan pujian dari kritikus NY Times dan terkenal lewat film City Streets (1931).
- Peran penting di film klasik tahun 1930-an seperti Ladies of the Big House dan Madame Butterfly yang mengukuhkan reputasinya.
- Dapat nominasi Oscar pertama pada tahun 1973 untuk film Summer Wishes, Winter Dreams dan tetap aktif di dunia hiburan hingga akhir hayat.
- Meninggal karena kanker tenggorokan pada 1999, meninggalkan warisan besar di dunia seni peran.
- Sering tampil sebagai tokoh dramatis dan dikenal karena keberanian serta dedikasinya menghadapi tantangan karir.
Sylvia Sidney lahir dengan nama Sophia Kosow di The Bronx, New York City, pada 8 Agustus 1910, dari orang tua keturunan Rusia dan Rumania. Setelah orang tuanya bercerai, ia diadopsi oleh ayah tirinya, Sigmund Sidney. Sejak muda, Sidney dikenal sebagai anak yang pemalu, namun didorong orang tua untuk berani tampil dan mengejar cita-cita di dunia teater.
Pada usia 15 tahun, Sylvia memutuskan ingin berkarir di panggung, bukan karena terinspirasi oleh ketenaran, tetapi karena keinginannya mengekspresikan keindahan melalui akting. Ia masuk ke School for Acting dari Theater Guild dan mendapatkan pujian dari kritikus NY Times saat tampil di produksi teater Broadway.
Kesempatan tampil di panggung membawanya ke layar lebar pada tahun 1927 saat tampil dalam film Broadway Nights. Setelah itu, ia kembali ke panggung dan mengikuti berbagai pertunjukan, termasuk tur dengan kelompok teater di Colorado. Pada tahun 1929, ia mulai muncul di film-film besar seperti Thru Different Eyes dan Five Minutes from the Station.
Pada 1931, Sylvia benar-benar terkenal melalui film City Streets, yang menjadikannya bintang di Hollywood. Ia menggantikan Clara Bow yang sedang tidak sehat dan mampu menunjukkan citra melankolis yang kuat. Film ini sukses dan membuka karir Hollywood-nya yang terus berkembang, termasuk film sukses seperti Ladies of the Big House dan Merrily We Go to Hell.
Selama tahun 1930-an, Sylvia tampil di berbagai film yang beragam, dari drama hingga film musikal. Perannya sebagai geisha di Madame Butterfly mendapat pujian kritikus, dan film Jennie Gerhardt tahun 1933 memperlihatkan kedalaman emosionalnya sebagai tokoh yang hidup dalam kemiskinan dan kehilangan.
Di pertengahan 1930-an, ia mendapatkan peran utama di film Mary Burns, Fugitive, yang mendapatkan apresiasi kritik. Pada akhir 1930-an, karirnya mulai menurun karena kurangnya tawaran dan beberapa film gagal di box office. Dia sempat hiatus panjang dan kembali tampil di film Blood on the Sun (1945) dan Les Misérables (1952), serta di film TV dan film layar lebar hingga era 1970-an.
Puncaknya, ia meraih nominasi Academy Award untuk pemeran pendukung terbaik dalam film Summer Wishes, Winter Dreams tahun 1973. Setelah itu, Sidney lebih banyak tampil di televisi dan tetap aktif meski dengan peran kecil. Pada 1996, ia tampil di Mars Attacks! sebagai pahlawan yang menyelamatkan bumi, dan pengalaman ini menunjukkan dedikasinya bahkan saat menghadapi kondisi sulit.
Sylvia Sidney adalah sosok yang dikenal karena keberanian, ketekunan, dan kualitas aktingnya yang mendalam. Ia meninggal pada 1 Juli 1999 karena kanker tenggorokan di usia 88 tahun, meninggalkan warisan film dan seni peran yang tak terlupakan.
- City Streets: Film tahun 1931 yang membuat Sylvia Sidney menjadi bintang utama di Hollywood, menggantikan Clara Bow yang sedang sakit.
- Blood on the Sun: Film tahun 1945 yang menjadi comeback Sylvia setelah hiatus panjang, menunjukkan keberanian dan ketekunannya.
- Summer Wishes, Winter Dreams: Film tahun 1973 yang Memberikan Sylvia Sidney nominasi Oscar pertamanya sebagai pemeran pendukung terbaik.
- Throat cancer: Penyakit yang menyebabkan kematian Sylvia Sidney pada usia 88 tahun, terkait kebiasaan merokok berat sepanjang hidup.
- Beetle Juice: Film tahun 1988 karya Tim Burton dimana Sylvia tampil sebagai Juno, salah satu peran ikoniknya di layar lebar masa akhir.












































