Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Album • 1 tahun lalu
Album Artwork
The End of Flying Solo Era
Pamungkas, The PeoplePeople
Pop, Singer-songwriter
27 Lagu • 2020
Tentang
Album "The End of Flying Solo Era" oleh Pamungkas dan The PeoplePeople yang dirilis pada 12 Juni 2020, menyuguhkan perjalanan emosional melalui genre Indonesian pop dan singer-songwriter. Berisi beragam lagu yang menggambarkan kisah kehilangan, kerinduan, cinta, dan harapan, album ini merayakan keindahan serta kesedihan dalam hubungan antarmanusia, dan mengajak pendengar untuk memahami serta menerima perjalanan emosional yang kompleks.
Tracklist
© 2020 Mas Pam Records
Review Album

Album The End of Flying Solo Era yang dirilis pada tanggal 12 Juni 2020 oleh Pamungkas dan The PeoplePeople merupakan sebuah karya yang menakjubkan dalam genre indonesian pop dan indonesian singer-songwriter. Diterbitkan di bawah label Mas Pam Records, album ini menawarkan sepuluh lagu yang menyentuh berbagai aspek emosional dalam hubungan dan kesendirian.

Setiap lagu dalam album ini memiliki makna mendalam yang saling melengkapi, menciptakan sebuah narasi perjalanan emosional yang kaya. Berikut adalah ulasan singkat dari masing-masing lagu dalam album ini:

  • 1. Intro I: Lagu pembuka ini menggambarkan perasaan kesepian dan kehilangan setelah ditinggalkan, tetapi juga menyoroti kemampuan untuk menemukan ketenangan dalam kesendirian.
  • 2. Bambina: Mengungkapkan kehangatan perpisahan antara dua orang yang saling menghargai, dengan pesan tentang cinta, kepercayaan, dan pengharapan untuk masa depan.
  • 4. Boy: Mencurahkan keraguan dan ketidakpastian dalam hubungan, menyentuh tema harapan versus realitas.
  • 5. Kenangan Manis: Merayakan kenangan indah dalam hubungan, lagu ini menciptakan rasa rindu dan harapan untuk bertemu kembali.
  • 6. Walk the Talk: Menekankan pentingnya tindakan yang sejalan dengan kata-kata, menggambarkan keinginan untuk merasakan cinta yang autentik setelah masa sulit.
  • 7. We'll Carry On: Menggambarkan perjalanan emosional untuk terus melangkah meskipun menghadapi kesulitan, dengan fokus pada dukungan dan saling menjaga.
  • 9. Monolog: Menciptakan momen indah meskipun dalam diam, menegaskan kekuatan rasa dan kenangan dalam hubungan yang telah terjalin.
  • 12. Jejak: Mencari makna dan memahami kenangan masa lalu, menyoroti perjalanan emosional dan proses memaafkan.
  • 13. Bottle Me Your Tears: Menunjukkan konflik antara cinta dan rasa sakit, menggambarkan hubungan yang penuh sisi gelap.
  • 15. Intro V: Mengisahkan tekad untuk kembali pada orang yang dicintai meskipun menghadapi rintangan.
  • 16. Wait a Minute: Menyentuh tema kerinduan dan harapan untuk bersatu kembali setelah perjalanan sendirian.
  • 18. Once: Menggambarkan rasa bingung dan patah hati setelah kehilangan cinta yang dalam.
  • 19. Slow Down: Mengajak pendengar untuk memperlambat langkah hidup di tengah tekanan, memberi ruang bagi perasaan yang kompleks.
  • 22. Sorry: Mencerminkan penyesalan dan kerinduan dalam hubungan yang telah mengalami kesalahan.
  • 23. I Love You but I'm Letting Go: Mengisahkan dilema dan pengorbanan dalam memilih untuk melepaskan demi kebahagiaan masing-masing.
  • 27. One Only: Menunjukkan ketulusan dan komitmen untuk bersama meskipun jarak dan waktu menjadi penghalang.

Album ini secara keseluruhan menawarkan pengalaman mendengarkan yang mendalam dan emosional bagi pendengarnya. Melalui lirik yang puitis dan melodi yang menghanyutkan, Pamungkas dan The PeoplePeople berhasil menciptakan sebuah karya yang terasa sangat relatable dan penuh perasaan. The End of Flying Solo Era bukan hanya sekadar album, tetapi sebuah perjalanan yang menggugah perasaan dan mengajak kita merenungkan makna cinta, kesepian, dan harapan dalam hidup.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto