Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Album • 1 tahun lalu
Album Artwork
Demon Days
Gorillaz
Alternative Hip Hop, Modern Rock, Rock
15 Lagu • 2005
Tentang
"Demon Days" adalah album kedua oleh Gorillaz yang dirilis pada 23 Mei 2005. Menggabungkan genre alternative hip hop, modern rock, dan rock, album ini mengeksplorasi tema kompleks seperti kesepian, pencarian makna, dan dampak sosial melalui lirik yang reflektif. Konsep album ini menggambarkan kehidupan yang penuh tantangan dan harapan di tengah kegelapan, mengajak pendengar untuk merenungkan isu lingkungan dan hubungan antarmanusia.
Tracklist
© 2005 Parlophone UK
Review Album

Album 'Demon Days' dari Gorillaz yang dirilis pada 23 Mei 2005 di bawah label Parlophone UK menawarkan sebuah pengalaman mendalam yang kaya akan makna. Melalui kombinasi genre alternative hip hop, modern rock, dan rock, album ini menciptakan suara yang unik dan sinematik, mengajak pendengar untuk merenungkan berbagai isu sosial dan pribadi dengan lirik yang puitis.

Analisis Tracklist

  • Intro: Lagu pembuka ini menyoroti keprihatinan terkait penggunaan bahan kimia dalam rantai makanan, menimbulkan pertanyaan tentang asal-usul dan tanggung jawab dalam penjagaan ekosistem.
  • Last Living Souls: Menggambarkan perasaan kesepian dan pencarian makna hidup, liriknya mengeksplorasi tema eksistensi dalam menghadapi ketidakpastian.
  • Kids with Guns: Memotret realitas sosial generasi muda yang berjuang melawan ekspektasi, sekaligus menyoroti pencarian identitas dan perubahan.
  • O Green World: Mencerminkan kerinduan akan tempat yang aman dan berarti, liriknya merangkum tantangan yang dialami dalam kehidupan.
  • Dirty Harry: Mewakili konflik batin yang dialami seorang individu, di mana kekuatan dan ketahanan menjadi kunci untuk bertahan melalui kesulitan.
  • Feel Good Inc: Menggambarkan semangat positif, lagu ini mengajak pendengar untuk merayakan kebersamaan di tengah tantangan hidup.
  • El Mañana: Menyoroti rasa kehilangan dan kerinduan akan cinta yang telah berlalu, dengan harapan akan kesempatan di masa depan.
  • Every Planet We Reach Is Dead: Mengeksplorasi keraguan dalam hubungan yang rumit, menciptakan kebingungan di tengah cinta yang mendalam.
  • November Has Come: Mengaitkan perjalanan dan perubahan dengan kritik sosial dan refleksi pribadi, menyoroti kehilangan di bulan November.
  • All Alone: Menggambarkan kesepian dan kerinduan untuk koneksi, liriknya menyoroti perjuangan internal pendengar.
  • White Light: Mengungkapkan pengalaman dengan alkohol sebagai pelarian, liriknya mencerminkan ketergantungan dan pencarian sensasi.
  • DARE: Menyampaikan semangat untuk menghadapi tantangan dengan keberanian dan memanfaatkan setiap momen.
  • Fire Coming out of the Monkey's Head: Menceritakan kontras antara kehidupan harmonis dan kerusakan akibat eksploitasi lingkungan.
  • Don't Get Lost in Heaven: Perjalanan introspektif yang mengisyaratkan ketidakpuasan dengan kehidupan dan konsekuensi dari pilihan yang diambil.
  • Demon Days: Menyiratkan tantangan hidup, pentingnya mencintai diri sendiri, dan harapan di tengah kesulitan.

Pemikiran Akhir

Dengan semua tema yang diangkat, 'Demon Days' adalah sebuah karya yang mengajak pendengar untuk merenungkan isu-isu yang kompleks dan sering kali menyedihkan dalam kehidupan. Dari refleksi sosial hingga pencarian identitas, album ini bukan hanya sekadar musik, tetapi sebuah perjalanan emosional yang mendalam. Gorillaz dengan mahir menggabungkan elemen-elemen visual dan audio untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan, membuat 'Demon Days' layak menjadi bagian dari koleksi musik setiap penggemar seni.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto